Minggu, 22 Februari 2015

Menimba Ilmu Modifikasi Sampai ke Jepang

// // Leave a Comment
Jakarta, KompasOtomotif – Pemenang kompetisi Cleveland CycleWerks Kustomfest 2014 Bike Build Off, Pamungkas Sujatmiko dari Micho Custom berkesempatan menghadiri gelaran custom dunia The 23rd Yokohama Hot Rod Custom Show di Jepang, Minggu (7/12/2014) lalu.

Selain itu, demi menambah pengalaman dan ilmu seputar duniacustom, Cleveland CycleWerks Indonesia (CCWI) dan Kustomfest juga mengajak Pamungkas yang akrab disapa Miko itu mengunjungi beberapa lokasi yang identik dengan dunia custom di Jepang seperti Mooneyes, Brat Syle, dan Cherry’s Company.

CEO CCWI Dhani Yahya menyatakan bahwa kesempatan yang diberikan kepada Miko adalah bukti bahwa CCW Indonesia turut mendukung industri custom scene Tanah Air untuk berkembang lebih baik.

"Micho Custom menghasilkan karya luar biasa dengan basis Cleveland Tha Heist. Kesempatan ini kami berikan sebagai salah satu apresiasi sekaligus memfasilitasi bakat yang dimiliki Miko dengan melakukan studi banding ke Jepang yang menjadi kiblat dunia custom,” jelas Dhani.
Cleveland Cyclewerks IndonesiaMiko di salah satu kiblat modifikasi Jepang, Brat Style.
Selain bisa menyaksikan parade karya-karya terbaik custom bike dari berbagai penjuru Jepang, Miko bisa berdiskusi dan melihat langsung manajemen bengkel custom yang dikelola secara profesional. Mulai penataan workshop, alat kerja, hingga strategi pemasaran. Selama ini, Miko menjalankan workshop-nya secara tradisional.

”Dalam perjalanan ini saya bisa melihat hasil karya custom kelas dunia yang tingkat pengerjaannya sangat detail dan rapi. Banyak hal-hal baru yang memotivasi saya untuk berkarya dan bisa berperan dalam memajukan dunia custom di Indonesia,” kata Miko.

Setelah menang, berkah lain yang penting adalah Miko mengaku banyak menerima pesanan dari berbagai daerah. ”Sebelum mengikuti kompetisi biasanya hanya menerima 1-2 sepeda motor sekarang menjadi 4-6 sepeda motor. Pengalaman dari Jepang pastinya berguna untuk memberikan ide pada saat saya merancang ulang sepeda motor,” tukas Miko.

0 komentar:

Posting Komentar